Celoteh Si Mak'nun

Rabu, 02 Januari 2013

Si Manusia Tanah


Beraneka ragam,
profesi,
kedudukan,
kondisi fisik,
strata sosial,
masalah,
kebahagiaan,
……………………………………………………………………………….
carut marut kehidupan dunia yang makin lama makin membuat lupa
semakin sibuk,!
semakin kompleks…
semakin terlena…
semakin menyukai dunia
gemerlap..
……………………………………………………………………………………………..
semakin cinta pada diri sendiri
semakin lupa melihat orang lain!
semakin tamak…
semakin sombong…!
………………………………………………………………………………………………….
manusia..
sombong
tak sempat melihat orang lain disekelilingnya
terlalu sibuk dengan urusan sendiri
tak sempat menengok alam yang mulai renta menahan pijakan kesombongan
……………………………………………………………………………………..
kita terlalu sibuk melenggang di jalanan
padahal dari tanah kita diciptakan
padahal ke tanah itulah kita akan kembali
masih pantaskah kau sombong menginjak tanah dimana sari-mu berasal?
………………………………………………………………………………………………….
Tak tau budi
Membuang kotoranmu sembarangan diatas tanahmu
Padahal tanah kelak tanah yang kau kotori akan bersatu denganmu
Kelak
Saat kau….
Harus kembali
Menjadi
Tanah!!

Konsep Bank Masa Depan



 “Memberi tidak Mengurangi”

Setelah membaca buku The Celestial Management saya memiliki sebuah impian. Sebuah impian besar untuk membangun Bank Masa Depan……….
Sebuah bank dengan mengedepankan konsep masa depan (akhirat), yang akan menjadi bank yang menghubungkan alam dunia dengan alam lainnya. Sebuah bank yang mengelola keuangan manusia untuk masa depannya. Sebuah bank yang akan mengurusi perniagaan dengan Tuhan.
“Berniagalah dengan Allah, sebuah perniagaan yang tidak akan rugi”---sebuah kutipan dari salah satu tokoh
Bank ini akan didirikan, seperti layaknnya bank-bank lain. Menyediakan fasilitas simpan pinjam, transfer, mengelola keuangan nasabah dan sebagainnya. Hanya saja, segala fasilitas tersebut hasilnnya tidak akan dinikmati langsung atau diambil kemudian hari, tapi akan menjadi tabungan pahala bagi nasabah yang  menabungnnya. Kegiatan simpan disini buka merupakan kegiatan menabung biasa, simpan disini berarti menyishkan atau menabungkan sebagian hasil kerja kerasnnya untuk kepentingan masa depan akhiratnya dan tentu saja tabungan ini tidak bisa ditarik/diambil kembali di dunia tapi insya allah di akhirat kelak sebagai sebuah amal ibadah. Pinjaman disini berarti pemberian dana kepada orang yang membutuhkan tanpa syarat namun dengan kriteria tertentu. Peminjam tidak harus mengembalikan uang yang diambil, tapi harus memenuhi kriteris peminjam seperti menyebutkan alasan kenapa memerlukan dana dan akan digunakan utnuk apa. Setelah di telusuri oleh pihak bank, jika sesuai maka pinjaman diberikan. Peminjam boleh mengembalikan dana tersebut atau tidak. Jika mengembalikan maka akan menjadi tabungan bagi dirinya kembali. Jika tidakpun tidak menjadi soal, karena dana yang dipinjamkan adalah dana dari nasabah lain yang diikhlaskan di jalan Allah. Fasilitas transfer juga disediakan jika nasabah menginginkan penyaluran dana ke tempat atau orang tertentu. Pengelolaan keuangan nasabah oleh pihak bank dimaksudkan untuk memastikan bahwa penerima dana adalah benar-benar tepat sasaran. Pihak bank juga harus bekerja keras untuk mendapatkan banyak nasabah dan rencana alokasi penerima dana apakah itu lembaga social, panti, pembangunan sarana ibadah, korban bencana, pembayaran biaya rumah sakit untuk orang yang tidak mampu atau orang yang kesulitan. Pencarian nasabah bisa sampai lintas Negara dan benua, melalui internet dan teknologi lainnya seperti halnya bank lain. Jika sekarang kita punya bank dunia kenapa kita tidak juga memiliki bank akhirat??
Management bank harus didukung dengan beberapa aturan dan dasar hukum yang jelas meskipun bank ini bank akhirat. Harus memiliki visi misi yang jelas dan berorientasi masa depan (akhirat). Pegawai bank tidak boleh menerima hadiah dari nasabah. Masalh gaji pegawai, jujur belum terpikirkan harus dari mana, tapi kuharap mereka ikhlas bekerja dalam bank ini. Karena gaji mereka mungkin tak ternilai di dunia ini, tapi akan dibayar di akhirat kelak.
Mimpi yang sangat indah bukan….. kuharap ada yang bersedia membantukku untuk mewujudkan impian ini. Sebuah Bank Masa Depan……………….

Aku miris melihat orang meminta-minta…,
Mereka meminta untuk sesuap nasi…
Malu melihat peminta sumbangan yang dijalan-jalan dan ekndaraan…
Sumbangan untuk panti, ponpres atau mesjid….

Kuharap bank masa depan dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut……………., kuharap ini bukan hanya konsep, tapi aku diberi kekuatan untuk merealisikannya dan Allah membantukku dengan mengirimkan orang-orang yang mau bersama-sama mewujudkan impian ini.

“Allah menjamin harta yang dinafkahkan dijalannya sebagai investasi yang tidak pernah rugi”



31 desember 2012

motto hidup mama


Mamah, kami memanggilnya seperti itu. Mamah dimataku adalah seorang ibu yang kalau dilihat sekilas tampak biasa saja. Ibu rumah tangga biasa yang menghabiskan hari-harinya untuk mengurus anak dan urusan rumah tangga lainnya. Mamah seperti ibu-ibu kebanyakan, dia suka ngomel dan kadang suka ngerumpi bareng ibu-ibu tetangga. Mamah hanya mengenyam pendidikan sampai madrasah tsanawiyah kelas 2, karena keterbatasan ekonomi orang tuannya dia harus berhenti sekolah dan bekerja jadi buruh pabrik untuk membantu orang tuannya saat usiannya masih sangat muda. Mamah menikah dengan bapak pada usia 18 tahun, mereka terpaut perbedaan usia yang cukup jauh menurutku, 7 tahun. Kini mamah tidak bekerja, hanya mengurusi kami dan menjaga keluarga kecil ini.
“Hidup di dunya ngan saukur ngumbara”
Aku senang mendengar kata-kata itu keluar lagi dari mamah. Kurasa itulah motto hidup mamah selama ini, hingga hampir setiap kali dia menasihatiku pada sela-sela obrolan kami kalimat itu akan selalu muncul. Mamah dibilang tua tentu saja tidak, diblang muda juga tidak bisa. Usianya kini 46 tahun, usia yang sangat matang. Seorang ibu yang harus mengurus 4 orang anak seorang diri saat. Seorang istri yang harus menjadi janda pada usia yang masih cukup muda, 39 tahun.
Itulah mamah….
Masih terbayang rasanya, melihat mamah menangis saat bapak pergi meninggalkan kami. Masih kuingat kata-kata yang mamah ucapkan waktu itu. Mamah bukan menangisi nasibnya yang harus menjadi seorang janda, mamah menangis karena takut nasib memikirkan kami setelah bapak pergi. Entahlah, aku tak tau pasti perasaan mamah saat itu, mungkin hatinya terluka, mungkin batinnya menangis, mungkin…. Aku tak tau bagaimana menggambarkan perasaan seseorang, sama sulitnya untuk menggambarkan perasaan sendiri. Kadang-kadang.
Kau tau rasanya ditinggal orang yang paling kau cintai?
Sakit. Itu sangat sakit.

Kusadari kini, mungkin itulah sebabnya Allah tidak memperbolehkan kita mencintai hambanya melabihi cinta kepadaNya. Ingat kisah nabi Ibrahim dan ismail?  Saat Allah meminta nabi Ibrahim menyembelih Ismail, bukan untuk menyembelih leher Nabi Ismail, melainkan menyembelih rasa cinta  pada keduaNya agar tak melbihi cinta padaNya..  
Kita tidak mencintai apapun melebihi cinta padaNya..
Semua ini hanya titipan, keluarga, ayah, ibu, anak-anak, teman-teman, harta benda, bahkan raga inipun hanya sebuah titipan dariNya. Titipan yang tidak kekal, sewaktu-waktu kita akan kehilangannya. Kita harus siap untuk kehilangan semua titipan ini, karena kita tidak berhak atasnya dan tidak mampu membuatnya kekal. Alangkah baiknnya Allah, telah memperingatkan kita untuk tidak mencintaiNya berlebihan, melebihi cinta kita padaNya. Kita yang dipercaya untuk dipinjamkan semua itu oleh Allah, senantiasa harus menjaganya dengan baik dan menjaga kepercayaanNya.

Mamah benar,
“Hidup di dunya ngan saukur ngumbara” – Hidup didunia hanya sekedar mengembara
Motto hidup itu tercermin dalam kehidupan kami kini, mamah yang menanamkannya dalam alam bawah sadar kami. Untuk tidak mencintai dunia, untuk tidak kikir akan harta, untuk selalu berbagi dengan mereka yang membutuhkan, untuk tidak lupa beribadah, untuk tidak takut mengeluarkan uang meski itu uang terakhir yang kami miliki, untuk percaya Allah itu ada dan akan selalu mencukupi kebutuhan kami, untuk percaya kehidupan ini hanya sementara,…………….
Untuk kalimat yang terakhir, mungkin hal itu sudah tertanam kuat dalam diri kami semua. Kami percaya kehidupan ini hanya sementara. Kami akan dan telah mengalaminya sendiri, dimana kehidupan ini hanya sementara. Kami telah menyakiskan bahwa kehidupan seseorang didunia ini akan berakhir. Kami melihat sendiri, bahkan merasakannya, merasakan sakit dan mendapat pelajaran yang berharga dari akhir kehidupan seseorang. Karena kami yang ditinggalkan…………
Setelah dipikir-pikir, tentu ada hikmah dibalik semua yang terjadi. Kami ditinggalkan oleh seorang ayah pada usia yang masih sangat muda. Kakakku 19 tahun, aku sendiri 14 tahun, teguh 8 tahun dan Vina 11 bulan. sungguh pelajaran hidup yang sangat berharga, sebuah pengalaman luar biasa harus berjuang hidup tanpa seorang ayah. Yah… keadaanlah yang banyak mengajarkan arti kehidupan bukan. Saat kami harus melanjutkan hidup, menatap mantap masa depan setelah kepergiannya. Betapa banyak hikmah yang bisa kami rasakan.
Kami menyadari semuannya lebih awal dari yang lain, kami memikirkannya lebih awal dari yang lain. Kurasa begitu, meski mungkin ada yang lebih awal dari kami. Kami menyadari hakikat hidup lebih awal, bahwa hidup ini hanya sementara. Bahwa dunia ini tidak kekal. Bahwa kami akan kehilangan orang-orang yang kini ada disekeliling kami, kami awalnya tidak ada dan akan tidak ada lagi pada akhirnya di dunia ini, kami akan meninggalkan ini semua juga dan pergi seperti mereka.
Kami, tidak ingin menumpuk harta di dunia ini. Kami, ingin membuat orang lain bahagia. Kami, ingin menabung sebanyak mungkin untuk kehidupan kami di alam lain kelak. Kami, ingin berbuat banyak hal untuk orang lain. Karena hanya itu yang mungkin bisa kami lakukan saat ruh ini masih memiliki kesempatan tinggal dalam raga. Kami tau, kesempatan itu tidak banyak waktu lagi yang tersisa. Kami harus bergegas menggapainnya satu persatu. Kumohon bantu kami Rabb……. Jauhkan kami dari bahaya penyakit hati dan godaan syaitan yang melalaikan.
terimakasih telah mengirimkan dan mengijinkan mamah untuk menemani kami. Mamah yang istimewa yang mendoakan dan mengajari kami semua hal yang kini kami sadari untuk selalu menyerahkan segalannya kembali padaMu….

 29 desember 2012

pengkotakan kebahagiaan

Ada hal yang membuatku sedikit terenyuh kala berada di rumah. Di rumah ini aku benar-benar melupakan banyak hal, melupakan keangkuhan, membiarkan diriku seperti aku yang dulu. Anak dari keluarga kecil di sebuah desa, kehidupan yang sedrhana, sangat beda. Disini ramai, mana bisa menghabiskan waktu hanya seorang diri. Aku bahkan tidak bisa mengklaim adanya ruang pribadi seperti apa yang kuterapkan di bogor. Disini, mereka semua adalah ruang pribadiku. Jadi kurasa aku tidak terganggu sedikitpun dengan keributan2 kecil yang terjadi yang berasal dari ruang pribadiku sendiri. Beda kalau disana, aku benci keributan. Lebih menyenangkan tidak ada yang menggangu.
Saat di rumah, kejadian-kejadian tidak bisa kukendalikan sepenuhnya. Tidak bisa menata semua sesuai inginku. Berbeda jika aku disana. Aku hanya melakukan apa yang ingin kulakukan. Lama-lama lahirlah perubahan yang menjadikan aku semakin egois. Dirumah, disni sekalian sambil melunakan hati dan merdakan ego yang makin melambung.
Tkalian tau, apa bedanya orang kota dengan orang desa. Kalian tau apa bedanya orang modern dengan orang jaman dulu? Dulu aku tak tau, kiini perlahan aku mengetahuinya sedikit.
Aku adalah orang yang ebrasal dari kampong dengan semua keterbatasan dan kemalasan yang sangat banyak. Sedikit wawasan, tidak terlalu pandai, daya saingku tidak tinggi, dan pemalas. Hanya sdedikit modal keberanian yang ditanamkan bapak yang benar-benar membantuku untuk hidup lebih baik, hmm.. oke!
Apa yang oke? Entahlah……..hehe
Hampir 4 tahun hdup di kotaa besar, 16 tahun lebih hidup di desa. Dan selama 4 tahun itu aku bolak-balik desa-kota. Atmosfer yang jauh sangat berbeda tentunya kurasakan selama masa bolak-baloik tadi. Hal kecil yang kutemukan contohnya… di kota kebahagiaan kebanyakan akan didapatkan dan dinilai dengan materi, sedangkan di kampong kebahagiaan masih asli menurutku. Asli dalam artian, tidak banyak intrik dan pengorbanan yang terlalu besar untuk mendapatkan kebahagiaan. Orang kota terlalu pintar membuat ukuran, terlalu pandai, sehingga untuk sebuah kebahagiaaan saja ukurannya harus sudah ditenrukan, membosankan! Ada standar atau semacam pengkotak-kotakan berbagai rasa, kondisi, strata, kedudukan. Aissh entahlah. Yang menderita adalah orang yang sulit untuk mencapai standar atau nukuran tereebut bukan? Meneydihakan!!
Padahal tuhan tak pernah menciptakan standar tersebut, kalian terlalu pandai dan makin menyulitkan mahluk bumi!!
Kalian orng kota terlalu perhitungan menurutku, apa itu efek dari pendidikan yang tinggi? Segala sesuatu dihitung dengan angka.
26 Desember 2012

Minggu, 16 Desember 2012

Cantik itu prilaku,,,

Cantik, wanita mana yang tidak ingin cantik?
Cantik, siapa yang tidak suka jika melihat wanita cantik?
Cantik, ciptaan siapa kamu cantik?
Cantik, untuk apa kamu cantik?
Cantik, sudah cantikkah engkau cantik?
Cantik, engkaukah itu cantik?
Kecantikan adalah harta yang sangat berharga bagi kaum wanita. Memandang sesuatu yang cantik akan menimbulkan kebahagiaan dan tentu saja setiap orang senang meihat sesuatu yang cantik tersebut. Kecantikan bagaikan magnet yang dapat menarik banyak benda kearahnya. Sebuah daya tarik luar biasa dari sang pencipta…..
Kecantikan merupakan hal yang dielu-elu kan kaum wanita saat ini. Berusaha sekuat tenaga agar dapat tampil cantik. Sampai ada sebuah tagline yang ngtren saat ini untuk menggambarkan betapa pentingnya cantik bagi kaum wanita.

“Cantik itu perlu pengorbanan, sakit untuk menjadi cantik tidak menjadi soal”
Demi mendapatkan kecantikan yang diinginkan, sesorang rela menjalani operasi, yang tentu saja selain harus berkorban waktu dan materi, juga mempertaruhkan kesehatannya. Fenomena diet sudah banyak disebutkan banyak menimbulkan bahaya kesehatan (diet yang tidak sehat). Mengeluarkan uang berjuta-juta untuk mempercantik diri, penampilan dan gaya. Karena dengan cantik, wanita merasa percaya diri, merasa bahagia, merasa sangat berarti dan berharga. Wanita, baginya kecantikan adalah segalanya….. Mungkin,
Yaa… tidak salah untuk menginginkan kecantikan pada penampilannya, mungkin itu merupakan salah satu naluri wanita untuk senantiasa tampil cantik. Namun, kecantikan tidak hanya dapat diperoleh dengan memoles penampilan fisik semata dan yang perlu dipahami adalah kecantikan tidak dilihat dari fisik saja. Sesorang yang cantik, secara fisik terlihat dari luar, dan mata tidak dapat dibohongi tentunya. Namun, apakah cukup secara fisik seseorang akan menilai wanita? Hanya dengan melihatnya? Tentu saja ya, pada pandangan pertama kesan cantik sudah melekat dan terekam oleh memori. Selanjutnya masuk dalam tahap interaksi yang merupakan tahap pembuktian dan pemuas rasa penasaran akan kecantikan dalam arti yang sebenarnya. Saat memasuki tahap interaksi, kecantikan dinilai tidak lagi berdasarkan kecantikan fisik tapi dari prilaku.
Kombinasi antara kecantikan fisik dan prilaku yang baik adalah kecantikan yang sesungguhnya……..
Cantik dan berbudi baik, siapa yang tidak ingin dekat dengannya…
siapa yang tidak akan bahagia jika dekat dengannya…..
Siapa yang tidak mendambakannya….


Jangan sampai menjadi seseorang wanita yang hanya cantik secara fisik namun tidak memiliki kecantikan yang sebenarnya dan hanya cermin yang mengakui kecantikannya. Seseorang yang cantik secara fisik belum tentu benar-benar cantik dan bisa memanfaatkan kecantikannya dengan baik. Cantik tapi tidak PD, cantik tapi tidak berilmu, cantik tapi tidak bisa menjaga kehormatannya, cantik tapi tidak beretika. Lalu?? Saat kamu bertemu dengan orang cantik tapi dia tidak sopan dan nyablak minta ampun, apakah tetap akan mengaguminnya sebagai orang cantik? Atau kesan prilakunnya yang akan diingat.
Mari menjadi pribadi yang cantik, menjadi wanita yang pandai menjaga diri, hati dan kehormatan.
Setiap wanita itu cantik, tergantung bagaimana kita mensyukurinya, lalu menghiasinya dengan cara kita berprilaku…. (Nuraeni, 2012) 

2 desember 2012